Wednesday, July 4, 2007

Toko suamiistri

Sabtu (30/6) kemaren harus dateng ke lamaran sepupu. Berhubung dia udah yatim piatu en sodara terdeketnya cuma nyokap, ya jadilah kita berepot-repot ria sejenak. Dia en calon suaminye kristen, so pasti mereka ngundang pendeta buat ngeberkatin. Pendetanye cewe udah ibu-ibu, en menurut kabar pendeta keluarga tuh, jadi udah akrab.

dalam khotbahnya, si pendeta cerita kisah yang menarik banget, gini nih katanya : di suatu kota dalam satu negara yang antah berantah, hiduplah seorang jomblo (jomblo ini unisex ya, kasusnya bisa diterapin ke cowo ato cewe karena ceritanya emang bebas gender en sexis). seiring waktu, si jomblo makin tuwir, dia tambah khawatir, kok daku tak laku-laku, adakah salahku?

dalam satu perbincangan dengan mantan jomblo yang kebetulan adalah sahabatnya, terungkaplah resep manjur si mantan jomblo itu. konon kabarnya di kota sebelah yang tak jauh dari kotanya, ada sebuah toko mustajab yang bisa menyelesaikan masalah kejombloan. nama toko itu toko suamiistri.

tak mau buang waktu, bergegaslah jomblo kita ni' kesana. tak banyak yang ia bawa. hanya diri dan harta (uang en kartu kredit serta debet) maklum, kan tokoh kita ni' hendak belanja.

setelah menempuh perjalanan penuh harap-harap cemas akan bahagia, sampailah ia di depan pintu toko tu'. tokonya ternyata ruko, kaya di kelapa gading ato depok yang imbnya seakan-akan khusus ruko (saking banyaknya ruko disana sampe bosen!!). ada lima lantai ruko itu. tiap lantai warnanya beda en mencolok banget dari luar, jadi ceritanya eye catching gitu.

hendak masuklah jomblo kita ni', eiitss, sebelum masuk, matanya melirik ke selembar pengumuman di pintu toko. pengumuman yang bikin otaknya berputar dan sel-selnya yang kelabu (meminjam istilah alm tante agatha christie ) isi pengumuman itu adalah : 1jomblo yang mo masuk harus yakin 100 persen kalo dia mau masuk en dapet jodoh 2jodoh yang sudah dipilih tidak dapat dikembalikan 3tiap jomblo hanya boleh sekali seumur hidup masuk ke toko ini 4keluar harus lewat pintu belakang

tak pikir lama, teguhlah tekad jomblo kita ni' masuk. pintu ruko pun berderit, kriiieeet...bunyi bel di atas pintu berdering, kleennteeenng.. ternyata ruangan dalam ruko kosong melompong. celingak-celinguk, jomblo kita melangkah perlahan sambil memanggil empunya ruko. tetap tak ada orang.

di sudut terdalam dari ruangan itu ada tangga ke atas. di dinding samping tangga itu ada tulisan : jomblo silahkan naik ke lantai 1. dengan semangat plus kecurigaan beranilah jomblo kita ni' naik ke lantai1. sesampainya dia di awal lantai, ada papan pengumuman dengan tulisan yang besar-besar berbunyi : lantai ini menyediakan suami/istri yang baik dan punya pekerjaan tetap. silahkan masuk!

waaahh... pikir jomblo kita, ini yang daku cari, suami baik plus ga nganggur, ia hendak melangkah masuk ke dalam pintu di lantai satu itu, tapi ia sejenak berhenti dan berpikir, apa cuma ini keinginanku cari belahan jiwa?

lalu sudut matanya menangkap anak tangga di sudut samping lantai1, arahnya ke lantai2, penasaran dan tak puas dengan pengumuman di lantai1, nekadlah jomblo kita ni' naik ke lantai2, sesampainya di mulut ruangan, ada papan pengumuman lagi bertuliskan : lantai ini menyediakan suami/istri baik, punya pekerjaan tetap en sayang anak kecil.

bah ini dia impian setiap jomblo, pasangan yang sayang anak, pikir jomblo kita ni', tapi bukannya segera masuk ke ruangan di lantai2, jomblo kita malah makin penasaran dengan apa yang akan disediakan di lantai3, jangan-jangan lebih sempurna dari ini?

karena nyali baja, dengan cepat tokoh kita tu' melesat ke lantai3, kali ini alasannya hanya satu, penasaran. benar apa yang ia pikirkan, di lantai3 ni tawarannya makin menggiurkan, pengumuman itu berbunyi : lantai ini menyediakan suami/istri yang baik, berpenghasilan tetap, sayang anak, dan tampan.

alaaamaaaakkk!!! mimpi apa aku semalam? kata si jomblo kita sambil bingung. ini dia yang aku cari, tegasnya dalam hati. siapapun pasti mau punya pasangan macam ni'.

tapi lagi-lagi otaknya tak seirama dengan hati dan kaki. alih-alih menyelesaikan status kejombloannya dengan masuk ke ruangan lantai3, kakinya malah melangkah menyisir dan naik lantai4, apa yang aku pikirkan, kata tokoh kita tu' mungkin di lantai berikutnya ada jodohku yang lebih mantap, ia teguhkan keyakinan dalam diri.

dengan perlahan, naiklah ia ke lantai4, lagi-lagi pengumuman di lantai ini menggiurkan : lantai ini menyediakan suami/istri yang baik, punya penghasilan tetap, sayang anak kecil, tampan, dan kayaraya.

INI DIA JODOHKU! pekik tokoh kita, ini ruangan sempurna untukku, tapi kembali sarafnya tak sesuai kesadaran. ia makin majenun. bukannya segera masuk, jomblo kita malah duduk di lantai di depan pintu, ia bingung setengah mati,

sudah empat lantai ia cambangi, tiap lantai merayu hatinya, tiap lantai menyediakan kejutan yang menggembirakan jiwanya, sampai kapan ini berakhir? simpul-simpul neuronnya kembali bergejolak, seperti menerima sengatan listrik, pasti di lantai terakhir ini kejutan terbesar jodohku, harap tokoh kita.

akhirnya, seperti tiga lantai terakhir, lantai4 pun ia tinggalkan. kakinya tegas melangkah ke lantai terakhir. tempat ia gantung asa akan belahan jiwanya seumur hidup. dari bawah tangga, lantai terakhir itu memang lebih berkilau. banyak sinar warna-warni.

satu per satu tangga dititi oleh tokoh kita ni', ia ingin lantai5 menjadi surprise terbesar di hidupnya, setelah baik, berpenghasilan tetap, sayang anak kecil, tampan, dan kayaraya, apalagi yang bisa diharapkan oleh jomblo macam aku ni' katanya.

sesampainya di depan lantai5, ia angkat kepalanya yang dari tadi menunduk, takut membaca tulisan di papan pengumuman. tulisan hitam tebal itu berbunyi : SELAMAT!!! ANDA PENGUNJUNG TOKO YANG KE 234.995.678.223.567.234 YANG TIDAK MENDAPAT JODOH SATUPUN KARENA TERLALU RAKUS HARAPAN. SILAHKAN KELUAR LEWAT PINTU BELAKANG!

hueeeee.... :D

No comments: