Thursday, August 9, 2007

Koil is Back

Koil akhirnya rilis album baru...hufff...penantian begitu lama,

ngubek-ngubek di toko kaset, tanya kiri tanya kanan, sampe dateng ke markasnya, udah dari kapan taun dilakukan, albumnya baru rilis sekarang,

nyesel banget pas sadar ternyata otong cs sempat manggung di kemang en gw baru tau keesokan harinya!

tetap berharap Koil bisa muncul di soundrenaline terlawas, tapi toh panitia tidak merestui dan lebih memilih musik cupu (kecuali Pas en Netral) yang disajikan kepada puluhan ribu penikmat musik

sempat berharap Koil naik panggung di PRJ seperti dua tahun lalu, gw masih ketawa kalau inget pengalaman itu, Koil manggung bawa penari latar yang seksi abis en pake kostum minim spandex hitam dan goyang striptease, kontan beberapa keluarga yang sebelumnya (entah mereka mudeng ato ngga dengan musiknya Koil - semoga sih mudeng ya dengan lirik dan musiknya yang jenius) nonton Koil langsung melotot!! hua3 gw masih inget ekspresi seorang bapak yang lagi ngegendong anaknya begitu ngeliat Otong dikerubutin penari-penari, abis itu dia balik badan dan bubar jalan, meski akhirnya Otong ngaku,''Jangan dianggap serius, ini cuma bagian dari pertunjukkan,'' katanya seusai konser. tapi dia ga liat betapa ngilernya anak2 sepantaran SMP di bawah panggung ketika penari-penari itu mendekati mereka! alhasil, Koil ga muncul lagi di PRJ hua3

album yang baru masih dahsyat buat gw pribadi, liriknya masih jenius (heran ya, kenapa ga ada pemusik lain yang bisa bikin lirik seperti ini??), nuansa musiknya masih gelap,

meski dibagiin gratis, kalau ada toko yang jual CD atau kasetnya gw yakin masih akan diburu tentaranya,

coba dengerin Koil di kamar, di walkman atau MP3, sendirian, cuma nyalain satu lampu meja yang remang-remang, duduk rileks di sofa, merem, he3 bisa kalah semua narkoba, percaya deh! atau dia bisa dibandingin sama pengalaman paling spiritual yang pernah dirasakan, bedanya, dengan Koil, pengalaman itu bisa selalu datang dengan sederhana dan tenang

thanx guys buat lirik dan musiknya!


''tak ada gunanya kita mencari mengejar mimpi
kau berpacu memburu langit yang sangat tinggi
dan apa yang kita jalani dan hadapi
ketika semua membuatmu buta mengosongkan jiwa
dan akhir yang bahagia

melayani waktu melewati rinduku
menyanjung harapan menghentikan perang
doakanlah yang telah tiada
semua ini kulakukan selama waktu berlalu''

“Aku tak butuh pengertian
Aku bukan bagian dari sejarah yang kau tulis, kau bingkiskan untuk anak cucu
Aku tak butuh penjelasan
Aku bukan bagian dari kebanggan yang membuat kita tak berpenghasilan
Nasionalisme adalah tempat tinggal yang kita bela
Nasionalisme untuk negara ini adalah pertanyaan
Nasionalisme bentuk negara ini menuju kehancuran
Nasionalisme menuntun bangsa kami menuju kehancuran”

''mengatasi keputusasaan
menyakiti diriku sendiri
aku memacu seluruh waktu memburu jantungmu
dan semua yang kujalani dan harapkan ternyata membuat kecewa
pil pahit kegelapan akan mematikan rasa jiwa raga
luka luka luka luka
aku lupa luka luka luka luka
menangis meratapi kebodohan memahami dan tinggalkan mimpi
aku melantun kan
lagu pedih menutup hatiku
dan semua yang kuberikan dan serahkan dan pinjamkan takkan kuminta sebening kehampaan doa menghambarkan luka ka ka ka ka''

No comments: